Selamat Datang di Website Inspektorat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara
Telah dibentuk Tim SATGAS SABER PUNGLI PPU
Telah Ada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)
telah Ada Whisle Blowing System (WBS)
Telah dibuka Layanan Penganduan dan layanan Konsultasi Seputar Pengawasan APIP (Kost@n APIP) Mobile 
KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Untuk kali pertama, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor memberikan arahan terkait kebijakan penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah pada APBD PPU tahun anggaran 2025, di aula lantai III Kantor Bupati, Selasa, 4 Maret 2025.
Ia berharap terjadi efisiensi APBD yang ditekankan kepada pembatasan belanja kegiatan seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi dan seminar atau forum group discussion (FGD).
Di samping itu, pengurangan belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen. Lalu, membatasi belanja honorarium mengacu kepada peraturan presiden (perpres) mengenai standar harga satuan regional, mengurangi belanja yang bersifat pendukung, memfokuskan alokasi anggaran pada target kinerja pelayanan publik.
Kemudian, selektif dalam memberikan hibah langsung, dan melakukan penyesuaian belanja APBD tahun anggaran 2025 bersumber dari transfer ke daerah (TKD).
Dia mengatakan, bahwa efisiensi ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang ditandatangani pada 22 Januari 2025, berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN serta APBD untuk tahun anggaran 2025.
Bupati dalam arahannya menegaskan, bahwa efisiensi harus sesuai dengan instruksi presiden, terlebih pada sektor perjalanan dinas yang menjadi perhatian khsus karena langsung disebutkan angka pengurangannya sebesar 50 persen.
“Angka perjalanan dinas ini langsung disebutkan, baik di inpres atau edaran dari mendagri, artinya angka ini harus dipenuhi jangan sampai efisiensi yang dilakukan kawan-kawan di SKPD (satuan kerja perangkat daerah) tidak sampai 50 persen, karena ini nantinya akan menjadi acuan oleh BPK (badan pemeriksa keuangan) dalam pemeriksaan APBD 2025,” kata Bupati PPU, Mudyat Noor.
Dia juga berharap bahwa penggunaan APBD dapat bermanfaat bagi PPU, khususnya perjalanan dinas yang dalam setiap agendanya harus memiliki outcome atau hasil yang dapat dipergunakan untuk membangun daerah ini.
“Saya harapkan sekali lagi, kita bekerja sama di sini , kita ingin bagaimana nantinya APBD kita ini bisa efisien, bisa tepat penggunaannya, dan utamanya bisa bermanfaat untuk PPU,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin menambahkan bahwa efisiensi tersebut adalah instruksi yang harus dilaksanakan, terlebih dalam sektor perjalanan dinas yang memang harus dirampingkan.
“Jadi nanti seperti perjalanan dinas itu mengalah, artinya kalau biasa bapak ibu itu berjalan 4 orang, nanti ya paling tidak 2 orang saja,” kata Abdul Waris Muin.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, para asisten, seluruh pimpinan dan sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.